Blog

Cara Menghitung Keuntungan Jual Pulsa

Tips Bisnis
cara menghitung keuntungan jual pulsa
Zaman sekarang Anda dapat menjumpai berbagai macam jenis bisnis, apapun bisa jadi bahan bisnis. Namun, dari sekian banyak bisnis yang ada, apakah Anda pernah mendengar bisnis PPOB? PPOB merupakan salah satu bisnis yang dapat Anda manfaatkan sebagai sarana meraup keuntungan. Bagaimana tidak, bisnis ini sebenarnya banyak kita temukan prakteknya di masyarakat, sangat mudah, dan poin khususnya belum banyak orang yang tahu.

PPOB atau Payment Point Online Banking, singkatnya adalah suatu mekanisme yang memungkinkan Anda untuk membayar tagihan secara online dan real time. Bagaimana bisa? Sebab PPOB telah bekerja sama dengan perbankan. Jika Anda memiliki tagihan seperti listrik, air, internet, atau pulsa, Anda dapat memanfaatkan layanan PPOB ini.

Layanan PPOB ini juga dapat Anda jadikan sebagai bisnis. Bagaimana caranya? Yakni dengan Anda menjadi agen pembayaran untuk kebutuhan seperti pulsa, air, listrik dan lainnya. Bisnis inipun tidak membutuhkan modal besar, Anda hanya harus menyiapkan dana sesuai kebutuhan pelanggan. Contoh mudahnya adalah ketika seorang konsumen membutuhkan pulsa 5.000 rupiah, dan Telkomsel menjual pulsa 5.000 rupiah dengan harga 5.500 rupiah, maka otomatis modal yang Anda butuhkan adalah 5.500 rupiah tersebut.

Pulsa sebagai salah satu kebutuhan utama masyarakat, akan menjadi potensi utama untuk bisnis PPOB Anda. Walaupun kebutuhan pulsa tiap orang berbeda, namun semua orang pasti membutuhkan pulsa, baik untuk telpon, sms, atau untuk paket data. Fenomena ini menjadi pasar yang luas bagi bisnis PPOB Anda!

Keuntungan Jualan Pulsa

Berikut ini keuntungan-keuntungan bisnis jual pulsa dengan memanfaatkan PPOB:

1. Mudah dan Efisien

Nggak sulit! Dengan bantuan aplikasi PPOB, Anda hanya perlu mencatat nomor telepon konsumen, dan memastikan itu benar. Selain itu, pastikan untuk memiliki koneksi internet, karena PPOB adalah aplikasi yang hanya bisa digunakan ketika Anda terhubung dengan koneksi Internet. Proses ini tidak sampai 5 menit, pulsa pun akan diterima konsumen bahkan sebelum ia pergi meninggalkan Anda.

2. Potensi Pasar yang Jelas dan Luas

Seperti yang kita ketahui bahwa saat ini semua orang menggunakan handphone, bahkan para orangtua tidak jarang memberikan smartphone pada anaknya. Misalkan untuk belajar, untuk memberikan kabar jika perlu dijemput, atau sekadar hiburan biasa. Hal inilah yang kemudian dapat Anda manfaatkan untuk berjualan pulsa, dengan fenomena penggunaan smartphone yang meningkat, kebutuhan akan pulsa sebagai sarana bertukar pesan atau mencari hiburan juga akan meningkat.

3. Tidak Membutuhkan Modal Besar

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, jualan pulsa bukanlah bisnis yang berat untuk dimulai. Memiliki modal minim tentu bukan kendala yang akan menghalangi Anda untuk berbisnis. Hanya dengan Rp. 100.000 misalkan, Anda sudah dapat memutarkan bisnis Anda ini, dengan keuntungan yang nanti akan diperoleh.

4. Bisa Jadi Bisnis Sampingan

Jangan lupa bahwa selain menjadi bisnis utama, fleksibilitas bisnis ini menjadikannya sangat cocok untuk dijadikan bisnis sampingan. Apalagi jika lingkungan Anda merupakan siswa sekolah, mahasiswa, ibu-ibu rumah tangga dan lainnya. Sebagai contoh seorang tukang sayur keliling yang sekaligus jual pulsa, ibu-ibu jadi ga cuma beli sayur, tapi bisa sekaligus beli pulsa.

Jadi apakah Anda sudah tertarik untuk memulai berjualan pulsa sekarang? Bila Anda masih mikir-mikir lagi, coba perhatikan cara menghitung keuntungan jual pulsa yang satu ini! Mungkin Anda jadi nggak mikir panjang untuk memulainya!

Cara Menghitung Keuntungan Jual Pulsa

Hal pertama yang perlu Anda ketahui untuk menghitung keuntungan jualan pulsa adalah rumus berikut:

Untung = (Harga Jual – Harga Kulakan) x Jumlah Transaksi

Kita simulasikan sebagai berikut, ada tiga konsumen datang kepada Anda untuk dibelikan pulsa 5.000 rupiah, anggap saja pulsa 5.000 rupiah tersebut dijual oleh provider dengan harga 5.500 rupiah. Dari sini dapat kita pahami bahwa 5.500 rupiah adalah harga kulakan. Kemudian Anda memutuskan untuk menjualnya seharga 6.500 rupiah, maka sampai sini kita memahami bahwa 6.500 adalah harga jual. Disebutkan di awal bahwa ada tiga konsumen yang datang, jika kita tuliskan pada rumus maka:

Untung = (6.500 – 5.500 rupiah) x 3
Untung = 1.000 rupiah x 3
Untung = 3.000 rupiah

Jadi dari 3 orang konsumen yang datang pada Anda untuk dibelikan pulsa 5.000 rupiah, Anda mendapatkan keuntungan sebesar 3.000 rupiah. Bayangkan jika dalam satu hari ada lima konsumen dengan nominal pembelian pulsa yang sama maka modal yang Anda akan keluarkan adalah 5.500 rupiah x 5 = 27.500 rupiah saja, dengan keuntungan 5.000 rupiah per hari. Jika Anda kosisten maka dalam sebulan Anda mendapatkan keuntungan sebesar 150.000 rupiah, lumayan bukan? Semakin banyak konsumen yang datang, maka akan semakin banyak keuntungan yang diperoleh.

Kemudian jika Anda bertanya bagaimana cara menghitung keuntungan jual pulsa jika nominal pembelian lebih dari 5.000 rupiah? Maka jawabannya adalah tergantung dari nominal Anda mengambil keuntungan. Sebagai tips hindari mengambil keuntungan terlalu banyak, dan hindari mengambil keuntungan terlalu sedikit. Tentukan harga sesuai pasaran yang ada.

Sekarang Anggap saja Anda mengambil keuntungan berbeda untuk seluruh nominal pembelian pulsa maka mudah saja menghitungnya, mari kita simulasikan!

Berikut Harga pulsa dari provider*:
Pulsa 5.000 dijual 5.500 rupiah
Pulsa 10.000 dijual 10.500 rupiah
Pulsa 25.000 dijual 24.500 rupiah
Pulsa 50.000 dijual 49.000 rupiah
*harga yang tercantum adalah contoh

Berikut contoh kasusnya:
2 konsumen membeli pulsa senilai 5.000. 
3 konsumen membeli pulsa senilai 10.000.
2 konsumen membeli pulsa senilai 25.000.
4 konsumen membeli pulsa senilai 50.000.

Temukan dahulu berapa modal yang Anda keluarkan, dalam kasus ini Anda harus memperhatikan table harga dari provider di atas, perhatikan harga “dijual”. Mari kita coba!

Modal = (5.500 x 2 konsumen) + (10.500 x 3 konsumen) + (24.500 x 2 konsumen) + (49.000 x 4 konsumen)
Modal = 11.000 + 31.500 + 49.000 + 196.000 rupiah
Modal = 287.500 rupiah

Modal Anda dalam kasus ini sebesar 287.500 rupiah, lalu bagaimana menghitung keuntungannya? Anda harus menentukan harga jual Anda sendiri berdasarkan daftar harga jual provider, sebagai contoh:


Maka berdasarkan kasus di atas dapat kita tuliskan:

Laba Kotor = (6.000 x 2 konsumen) + (11.000 x 3 konsumen) + (26.000 x 2 konsumen) + (51.000 x 4 konsumen)
Laba Kotor = 12.000 + 33.000 + 52.000 + 204.000 rupiah
Laba Kotor = 301.000 rupiah

Ingat 301.000 rupiah tersebut bukan laba bersih Anda melainkan laba kotor atau bisa kita sebut sebagai harga jual, masukkan dahulu pada rumus pertama yaitu:

Untung = (Harga Jual – Harga Kulakan) x Jumlah Transaksi

Maka Untung = (301.000 – 287.500) x 11*
= 13.500

*dalam kasus ini ada 11 konsumen

Aplikasi untuk Berjualan Pulsa yang Murah

Bisnis pulsa dengan memanfaatkan PPOB dapat menjadi bisnis sampingan yang sangat menguntungkan bagi Anda, bukan? Hasilnya lumayan untuk mendapatkan pemasukan tambahan.

Tapi sebelum beranjak, kita ada satu tips lagi untuk Anda, yakni sebuah aplikasi PPOB canggih dan aman yang Anda dapat jadikan partner dalam bisnis ini, perkenalkan Klikoo!